Satuan Layanan Bimbingan Konseling Bidang Belajar (mayva tri R 132010066)

 

Satuan Layanan

Bimbingan Konseling

 

 

Kelas: VIII SMP

Semester/Tahun: I / 2012-2013

Hari/tanggal: Selasa, 13 Maret 2012

Alokasi waktu: 1 x 45 menit

Tempat: Ruang kelas

Jenis Layanan: Pembelajaran

Fungsi Layanan: Pemeliharaan

Bidang            Bimbingan: Bimbingan Belajar

Judul/Spesifikasi Layanan: Peningkatan Motivasi Belajar

  1. Tujuan (Khusus): 

    1. Agar siswa mampu belajar yang efektif efisien
    2. Agar siswa dapat lebih termotivasi untuk belajar
  2. Materi:terlampir
  3. Metode: Klasikal, Ceramah
  4. Kegiatan awal: Mengucapkan salam, memeriksa situasi dan kondisi kelas, memeriksa kehadiran siswa

       5. Kegiatan Inti

Eksplorasi :

1. Pembimbing melakukan apersepsi tentang materi yang berkaitan dengan materi layanan

2. Pembimbing menjelaskan tujuan penyampaian materi

Elaborasi  :

1. Pembahasan materi tentang Peningkatan Motivasi Siswa

Konfirmasi:

1. Guru pembimbing menyimpulkan tentang layanan yang telah diberikan

2. Guru pembimbing memberikan umpan balik terhadap meteri yang telah diberikan

      6. Kegiatan Akhir :

1. Siswa diminta untuk menyampaikan manfaat setelah mengikuti layanan ini

2. Guru pembimbing menyampaikan harapan harapan kepada siswa setelah menerima layanan ini

      7. Alat dan media : LCD, Laptop

     8. Rencana penilaian dan tindak lanjut

Penilaian proses : Mengamati keaktifan dan respon siswa dalam mengikuti layanan bimbingan kelompok

Penilaian hasil :

1. Laiseg : Memberikan pertanyaan kepada siswa secara acak yang berkaitan dengan layanan ini

                                                           

2. Laijapen : Memantau hasil belajar siswa dalam jangka 1 minggu setelah mengikuti layanan ini melalui guru mapel

                                                          

3. Laijapang : Melakukan observasi kepada siswa selama 1 bulan setelah mengikuti layanan ini

Tindak Lanjut : 1. Pemberian konseling individu bagi siswa yang memang membutuhkan konseling

   9. Biaya: Rp 2.000,-  untuk fotocopy materi

 10. Sumber :http://belajarpsikologi.com/cara-meningkatkan-motivasi-belajar-anak

 


Mengetahui                                                                                         Salatiga, 6 Maret 2012

Kepala Sekolah                                                                                   Penyelenggara Layanan

 

 

(                                 )                                                                                  (    Mayva Tri Ratnawati       )

                                                                                                                        NIM. 132010066

Lampiran 1

Materi Layanan

Ada beberapa Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak dalam kegiatan belajar di sekolah, misalnya saja seperti yang diungkapkan A.M. Sardiman (2005:92-94), yaitu :

Cara Meningkatkan Motivasi Belajar

1. Memberi angka

Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak siswa yang justru untuk mencapai angka/nilai yang baik. Sehingga yang dikejar hanyalah nilai ulangan atau nilai raport yang baik. Angka-angka yang baik itu bagi para siswa merupakan motivasi belajar yang sangat kuat. Yang perlu diingat oleh guru, bahwa pencapaian angka-angka tersebut belum merupakan hasil belajar yang sejati dan bermakna. Harapannya angka-angka tersebut dikaitkan dengan nilai afeksinya bukan sekedar kognitifnya saja.

2. Hadiah

Hadiah dapat menjadi motivasi belajar yang kuat, dimana siswa tertarik pada bidang tertentu yang akan diberikan hadiah. Tidak demikian jika hadiah diberikan untuk suatu pekerjaan yang tidak menarik menurut siswa.

3. Kompetisi

Persaingan, baik yang individu atau kelompok, dapat menjadi sarana untuk meningkatkan motivasi belajar. Karena terkadang jika ada saingan, siswa akan menjadi lebih bersemangat dalam mencapai hasil yang terbaik.

4. Ego-involvement

Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Bentuk kerja keras siswa dapat terlibat secara kognitif yaitu dengan mencari cara untuk dapat meningkatkan motivasi belajar.

5. Memberi Ulangan

Para siswa akan giat belajar kalau mengetahui akan diadakan ulangan. Tetapi ulangan jangan terlalu sering dilakukan karena akan membosankan dan akan jadi rutinitas belaka.

6. Mengetahui Hasil

Mengetahui hasil belajar bisa dijadikan sebagai alat motivasi belajar anak. Dengan mengetahui hasil belajarnya, siswa akan terdorong untuk belajar lebih giat. Apalagi jika hasil belajar itu mengalami kemajuan, siswa pasti akan berusaha mempertahankannya atau bahkan termotivasi untuk dapat meningkatkannya.

7. Pujian

Apabila ada siswa yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik, maka perlu diberikan pujian. Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan memberikan motivasi yang baik bagi siswa. Pemberiannya juga harus pada waktu yang tepat, sehingga akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi motivasi  belajar serta sekaligus akan membangkitkan harga diri.

8. Hukuman

Hukuman adalah bentuk reinforcement yang negatif, tetapi jika diberikan secara tepat dan bijaksana, bisa menjadi alat motivasi belajar anak. Oleh karena itu, guru harus memahami prinsip-prinsip pemberian hukuman tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s